Makan Sate Klathak Kekinian di Nglathak Jogja

GinaAgianti.com – Makan Sate Klathak Kekinian di Nglathak Jogja | Hai sahabat kuliner !! Sudah lama banget ini gak update blog tentang resep masakan. Ini dikarenakan kesibukan bakal menjadi seorang ibu. Yaps, alhamdulillah sedang mengandung 3 bulan. Katanya sih lagi mual – mualnya, namun alhamdulillah sedikit demi sedikit mualnya sudah mulai berkurang, akhirnya bisa makan walaupun terkadang masih mual juga.

Mual terkadang penyebabnya tidak bisa memakan makanan yang biasa kita makan, bisa juga mual karena mencium bau nasi bahkan bisa mual mencium bau suami, whaat? Bisa gitu? Yapss, seperti itulah nikmatnya seorang ibu hamil.

Dikesempatan yang sudah tidak mual ini, saya ingin berbagi cerita tapi bukan tentang resep masakan. Tapi cerita tentang ketika diajak suami untuk ikutan merasakan salah satu makanan khas Jogja yang disajikan dengan balutan kekinian. Siapa sih yang tidak kenal dengan yang namanya sate klathak. Salah satu makanan khas Jogja selain gudeg dan nasi kucing tentunya.

BACA JUGA :  Kehangatan Pada Segelas Wedang Uwuh

Beda sate klathak kali ini dengan sate klathak kebanyakan adalah dari segi penyajian dan dagingnya. Jika biasanya sate klathak disediakan dengan 2 buah tusuk sate dengan ruji besi, disertakan kuah dan sepiring nasi. Tetapi kali ini sate dihidangkan dengan tambahan balutan mozarella, seperti halnya makanan kekinian.

Untuk daging yang digunakan, Mas To (Muhammad Subroto) sebagai pemilik dari NGLATHAK menjelaskan bahwa mereka tidak menggunakan daging kambing yang masih muda, tetapi menggunakan daging kambing betina yang sudah tidak produktif lagi. Waah, apakah tidak Alot ? Ternyata Mas To memiliki trik sendiri untuk mengolah daging tersebut sehingga akan terasa lembut dan masih bisa dinikmati layaknya sate klathak biasa.

BACA JUGA :  Kernas, Cemilan Khas Natuna

Selain itu, beliau menceritakan bahwa beliau memiliki langganan tukang jagal yang memperhatikan bagaimana menangani daging kambing sehingga tidak menimbulkan bau. Karena jelas, makanan yang baik juga dilihat dari bagaimana proses penyembelihan dan cara membersihkannya.

Keseruan makan sate klathak di NGLATHAK ini bareng teman – teman Blogger Jogja sekaligus mengadakan acara Syawalan. Teruntuk teman – teman Blogger Jogja, terimakasih sudah mengajak saya buat ngerasain bagaimana rasanya makan sate klathak kekinian.

Jika kamu ingin mengunjungi NGLATHAK, kamu bisa ke alamat: Jalan Gambiran, Karangasem, Gang Seruni No.7, Caturtunggal, Depok, Sleman (Dekat Percetakan Kanisius). Buka dari jam 12.00 – 22.00 WIB. Untuk harga sendiri, tidak bakal ngebuat kantong mahasiswa jebol kok. Harga sangat bersahabat mulai dari Rp. 18.000,- saja.

Narsis di NGLATHAK

Narsis di NGLATHAK

Selain menu sate klathak, ada juga menu seperti tongseng, tengkleng dan gulai. Buat yang kurang suka dengan sate klathak bisa diganti dengan menu lain tersebut.

Sate Klathak di NGLATHAK

Sate Klathak di NGLATHAK

Tengkleng di NGLATHAK

Tengkleng di NGLATHAK

Ada juga minuman khas NGLATHAK yaitu Teh Biru yang terbuat dari dari daun Telang. Serunya lagi adalah ketika air teh tersebut dicampur dengan asam jeruk nipis, maka warna akan berubah menjadi ungu.

Teh Biru Khas NGLATHAK

Teh Biru Khas NGLATHAK

Nah, itu tadi sedikit cerita keseruan bagaimana saat mengunjungi NGLATHAK. Buat rekan – rekan yang lagi berada di Jogja bisa sempatkan singgah di NGLATAHK ya.. Untuk alamat lengkap dan maps nya saya letakkan  di bawah ini.

BACA JUGA :  Kehangatan Pada Segelas Wedang Uwuh

Sate Klathak “NGLATHAK”

Alamat: Jalan Gambiran, Karangasem, Gang Seruni No.7, Caturtunggal, Depok, Sleman (Dekat Percetakan Kanisius).

Buka: 12.00 WIB – 21.00 WIB (Hari Minggu Libur)

Harga: Rp. 18.000,-

Instagram: @Nglathak

Facebook : NGLATHAK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *